twitter
rss

  1. Siapapun narasumbernya, kalian harus menghormatinya. Pewawancara harus tampil positif, baik gaya, cara, maupun sikap bicara.
  2. Usahakan agar proses wawancara berlangsung seperti dialog atau ngobrol-ngobrol biasa. Pemahaman dan penguasaan atas topik wawancara akan mengangkat harga diri pewawancara di hadapan narasumber.
  3. Berwawancaralah dengan tanya-jawab secara lancar sesuai bahan pertanyaan yang sudah kalian pelajari dan pahami.
  4. Ajukan pertanyaan secara wajar, tanpa berlarut-larut.
  5. Perlu kalian ingat bahwa wawancara bukan interogasi, melainkan usaha mendapatkan informasi sebagai bahan tulisan. Pertanyaan yanga kalian ajukan boleh tajam, tandas, tetapi jangan memojokkan narasumber atau terkesan menguji narasumber, apalagi menggurui.
  6. Meminta narasumber untuk mengulangi jawabannya bukan hal yang baik. Hal ini seharusnya dihindari. Oleh karena itu, perhatikan dengan saksama jawaban-jawaban narasumber.
  7. Tape Recorder memang satu sarana yang dapat kalian gunakan untuk membantu. Akan tetapi, jangan menggantungkan diri dari benda tersebut. Biasakan untuk mempertajam daya ingat dan kemampuan menulis cepat.
  8. Ucapkan terimakasih setelah wawancara selesai.
  9. Mohon maaf apabila saat wawancara berlangsung ada hal-hal yang tidak berkenan.
  10. Memohon kesediaan nara sumber untuk dihubungi kembali jika ada hal-hal yang perlu ditanyakan ulang.
  11. Saat menuliskan hasil wawancara, hindari informasi yang bersifat rahasia pribadi narasumber.
Mafrukhi, dkk. 2007. Kompeten Berbahasa Indonesia Untuk SMA Kelas X. Jakarta: Penerbit Erlangga

  1. Menyampaikan kelebihan dan kekurangan.
  2. Menyertakan alasan yang logis.
  3. Menyampaikan jalan keluar (solusi permasalahan).
  4. Mengungkapkan dengan bahasa yang santun.
  5. Menghindari kalimat yang menyinggung perasaan orang lain.

Mafrukhi, dkk. 2007. Kompeten Berbahasa Indonesia Untuk SMA Kelas X. Jakarta: Penerbit Erlangga

  1. Pertukarkanlah subyek dengan objek dan sebaliknya.
  2. Ubahlah awalan pada predikat, yaitu mengubah awalan me- dengan di-
  3. Tambahkan kata tugas oleh di depan objek, terutama jika objek terpisah oleh kata lain dari predikat.

Mafrukhi, dkk. 2007. Kompeten Berbahasa Indonesia untuk SMA Kelas X. Jakarta: Penerbit Erlangga

  1. Menyeleksi naskah yang diterima
  2. Mengedit naskah sebelum dicetak
  3. Secara sendirian atau bersama penulis memegang hak cipta
  4. Merencanakan format, tata wajah terbitan
  5. Menyiapkan bahan-bahan seperti kertas, tinta dan lainnya
  6. Membayar honorarium maupun royalti yang telah disepakati atau kewajaran kepada penulis

Lasa Hs. 1998. Kamus Istilah Perpustakaan. Yogyakarta: Gajah Mada University Press

Tawarikh dapat diartikan sebagai:
  1. Publikasi yang terbit rutin memuat kejadian penting dalam satu tahun, transaksi lembaga, laporan-laporan dalam bidang tertentu.
  2. Catatan peristiwa yang disusun secara kronologis.
  3. Catatan-catatan lain yang peraturannya runtut.
Lasa Hs. 1998. Kamus Istilah Perpustakaan. Yogyakarta: Gajah Mada University Press

  1. Buku, pamflet dan semua hasil karya tulis lainnya.
  2. Ceramah, kuliah, pidato dan lainnya.
  3. Karya pertunjukan seni musik, karawitan, drama, pewayangan, pantomin dll.
  4. Ciptaan musik dan tari ( koreografi ) dengan atau tanpa teks.
  5. Segala bentuk seni rupa seperti seni lukis dan seni patung.
  6. Karya arsitektur.
  7. Peta.
  8. Karya sinematografi.
  9. Karya fotografi.
  10. Terjemahan, tafsir, saduran dan penyusunan bunga rampai.
Lasa Hs. 1998. Kamus Istilah Perpustakaan. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

  1. Menginformasikan; tentang suatu persoalan yang sedang terjadi dalam lingkungan organisasi atau situasi kondisi diri dan perusahaan yang bersangkutan.
  2. Meyakinkan; suatu sudut pandang pembicara kepada pendengar.
  3. Membujuk; agar pendengar mau ikut berpartisipasi dalam kegiatan yang sedang diikuti oleh pembicara.
  4. Menginspirasi; memotifasi diri pendengar agar ikut bertindak seperti yang diinginkan.Contoh: acara pengumpulan dana dan seminar kewirausahaan.
  5. Menghibur; dan membuat mereka tertawa, karena mungkin dalam suasana yang tegang dan penuh ketidakpastian, yang lebih penting dilakukan adalah membuat sedikit mereka tertawa.